Kamis, Desember 03, 2015
ya allah.....
kenapa mereka selalu menghujat suami Q kaya gini,
kenapa mereka selalu beranggapan kalau suami Q itu sanga lah buruk,
kenapa ya allah.......
asa ada apa-apa sama diriku pasti lah suami yang selalu disalahkan,
belum tentu badan Q ini biru karena kekerasan rumah tangga oleh suami Q,
suami Q gak pernah main kasar seperti yang mereka tuduhkan ya allah....
paha Q biru itu karena terantuk,
lengan Q biru emang arena dicubit suami Q,
tapi itu bukan karena dy marah atau kenapa tp karena dia gemes Liat anak'a,
badan Q biru karena memang kulit Q sensitif,
gampang merah dan biru kalo terantuk sesuatu ato kena apa lah,
bukan berarti itu ulah suami Q,
jika Q mandi malam pun paha Q juga kadang biru,
jangan kan itu,
kulit Q kena sinar matahari langsung ajah langsung merah kayak kebakar dan lama-kelamaan menghitam,
makanya Q gak mau tinggal disini lagi,
ingin Q cepet pindah ya allah....
Q gak mau nanti semua RT Q jadi kacau balau dengan masuknya pihak ke-3,
Q gak mau itu semua....
Q bukan'a bohong ato bela-bela suami Q,
tapi mang itu Lah kenyataan yang sebenarnya,
jangan mentang-mentang kakak Q sering kena pukul sama suaminya jadi kami juga ikut kayak gitu,
gak,
gak sama sekali,
bahan suami Q yang sering Q pukul ato cubit kencang,
kadang dia mau membalas tapi gak jadi karena dia mikir Q,
tapi kenapa kalian selalu beranggapan seolah-olah kehidupan RT Q sama kayak kakak Q itu,
masalh salero Q katanya yang gak lepas,
itu salah bgt,
malahan lapeh nyo mak....
buktinya Q pgn hp dy beliin waLo dgn jual cincin nya,
Q pgn mknn ini itu dy bLiin,
Q pgn bLnja yg Lain dy bLiin,
tp kadang memang Q nya yang gak bisa untuk menyimpan itu semua,
kaLau Lah bukan dy belum tentu juga Q kayak sekarang,
emang sekarang keinginan Q tentang rumah sendiri, pindah dan mobil yang belum dy penuhi,
tp kami masih menunggu hal itu semua kan menjadi kenyataan,
sampai nanti mulut kalian semua akan terdiam akan hal suami Q,
salah kalian menilai suami Q gitu.....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar